Cara Cerdas Mengelola Sisa Catering Wedding yang Berlebih
Momen resepsi pernikahan sering kali menyisakan kebahagiaan sekaligus satu keresahan: sisa catering wedding yang melimpah. Jika tidak dikelola dengan tepat, hidangan lezat yang sudah disiapkan dengan biaya besar ini terancam berakhir di tempat sampah. Tentu saja, membiarkan makanan terbuang adalah hal yang sangat disayangkan (mubadzir).
Berdasarkan pengalaman puluhan tahun di Ponyo, kami memahami bahwa manajemen makanan pasca-acara sama pentingnya dengan penyajian saat acara berlangsung. Agar berkah pernikahan Anda tetap terjaga, berikut adalah panduan cerdas mengelolanya:
1. Sistem “Quick Packing” dengan Wadah yang Layak

Jangan menunggu hingga semua tamu pulang untuk mulai mengemas. Mintalah tim keluarga untuk mulai mengemas sisa catering wedding yang masih berada di pemanas cadangan (backstock) segera setelah acara memasuki jam terakhir. Gunakan wadah plastik kedap udara (thinwall) yang higienis agar makanan tidak terkontaminasi debu atau udara luar terlalu lama.
2. Pemilahan Berdasarkan Daya Tahan Makanan
Alasan konkret kenapa makanan sisa sering terbuang adalah karena basi. Makanan bersantan seperti rendang atau opor harus diprioritaskan untuk masuk ke pendingin terlebih dahulu. Sebaliknya, menu gorengan memiliki daya tahan yang lebih lama. Pastikan Anda tidak mencampur makanan basah dan kering dalam satu wadah.
3. Pilih Vendor dengan Kebijakan Transparan
Rahasia utama agar tidak rugi adalah memilih vendor yang jujur. Di Ponyo, kami memiliki kebijakan tegas: “seluruh sisa catering yang belum tersaji adalah hak milik keluarga dan boleh dibawa pulang“. Tim kami akan membantu Anda memilah mana makanan yang masih sangat layak dikonsumsi kembali dan membantu proses pengemasan agar tetap rapi.
4. Rencana Distribusi Sosial (Sedekah Makanan)
Jika jumlah sisa makanan sangat banyak, jangan semuanya dibawa pulang ke satu rumah. Buatlah daftar pihak yang bisa menerima manfaat, seperti petugas keamanan gedung, panti asuhan terdekat, atau warga sekitar lokasi acara. Membagikan makanan sisa yang masih berkualitas baik adalah cara terbaik untuk menghindari perilaku mubadzir.
5. Penugasan Tim Khusus (Captain Logistik)
Pengantin biasanya terlalu lelah untuk mengurus hal teknis. Tugaskan satu orang anggota keluarga yang cekatan untuk berkoordinasi langsung dengan pihak katering. Orang ini bertanggung jawab memastikan semua stok makanan yang sudah dibayar benar-benar aman dan terdistribusi dengan baik.
Mengelola sisa catering wedding dengan cerdas adalah bentuk syukur atas kelancaran hari bahagia Anda. Bersama Ponyo, Anda mendapatkan jaminan transparansi katering sehingga setiap rupiah yang Anda keluarkan benar-benar menjadi manfaat dan keberkahan
Ingin pernikahan yang berkesan dengan manajemen makanan yang profesional dan aman ? Percayakan pada Ponyo Resto & Wedding. Kami siap melayani dengan beberapa paket yang bisa disesuaikan dengan budget Anda.
Yuk Amankan tanggal spesialmu dan dapatkan konsultasi porsi katering gratis dengan klik link di “SINI“
Pernah punya pengalaman mengelola makanan sisa yang berkesan? Atau ada tips lain agar makanan tidak mubadzir? Tuliskan pendapatmu di kolom komentar, yuk!

