Story

Apakah sisa catering pernikahan boleh dibawa pulang?

Boleh. Sisa catering pernikahan adalah hak penyelenggara acara, karena makanan itu sudah dibayar. Yang dibawa pulang tentu makanan yang masih layak, setelah semua tamu selesai menikmati hidangan. Soal istilah, spare makanan artinya makanan cadangan atau lebihan. Catering menyiapkan makanan dengan perhitungan agar semua tamu kebagian, jadi biasanya masih ada yang tersisa saat acara selesai.

Supaya tidak ada salah paham, cara pembagian dan pengemasan sisa makanan sebaiknya disepakati dengan pihak catering sejak awal.

Tamu mengambil hidangan prasmanan yang dilayani petugas catering di acara pernikahan

Kenapa Sisa Catering Jadi Hak Penyelenggara?

Saat kamu membayar 500 pax ke vendor catering, semua makanan sejumlah itu adalah milikmu, baik yang habis dimakan tamu maupun yang tersisa. Sama seperti membeli 1.000 dus nasi kotak tapi hanya membagikan 800. Sisa 200 dus jelas milikmu, bukan milik vendor.

Sisa makanan juga wajar terjadi. Jumlah makanan disiapkan berdasarkan jumlah pax yang disepakati, sementara tamu yang datang sering tidak sama dengan jumlah undangan. Secara etika dan hukum jual beli, makanan yang sudah dibayar adalah hak pembeli, dalam hal ini kamu sebagai penyelenggara acara.

Mau tanya harga atau cek tanggal?

Tujuh cabang di Bandung, Bekasi, Puncak, Nagreg, Setu dan Sumedang · buka setiap hari

Tanya lewat WhatsApp Lihat alamat, jam buka & peta Ponyo Cinunuk →

Membawa pulang makanan yang masih layak juga cara sederhana mengurangi makanan yang terbuang (food waste), sekaligus bentuk menghargai makanan yang masih berkualitas.

Kenapa Urusan Ini Sering Jadi Masalah?

Dalam praktiknya, tidak semua vendor terbuka soal sisa makanan. Ada yang menyimpannya sendiri, bahkan membiarkan karyawan makan tanpa izin atau tanpa menyisihkan lebih dulu untuk pemilik acara. Kejadian yang sering muncul di lapangan:

  • Keluarga tidak sempat memperhatikan sisa makanan karena sibuk.
  • Vendor beralasan “sudah habis”, padahal ternyata masih ada di dapur.
  • Makanan dibiarkan terlalu lama sehingga tidak layak lagi dibawa pulang.

Hal seperti ini merusak kepercayaan. Karena itu, saat memilih catering jangan hanya membahas jumlah pax dan menu. Tanyakan juga prosedur sisa makanan setelah acara: siapa yang mengecek, bagaimana pembagiannya, dan bagaimana pengemasannya. Dengan begitu, keluarga tahu makanan mana yang masih layak dibawa pulang.

Cara Membawa Pulang Sisa Catering dengan Aman

Selama makanan masih dalam kondisi baik, disimpan dengan benar, dan belum terkontaminasi, makanan bisa dikemas untuk keluarga. Kuncinya adalah cepat. Dari pengalaman tim Ponyo, makanan sisa yang tidak segera dikemas dalam 2 jam setelah acara berisiko turun kualitasnya. Jangan biarkan terlalu lama di suhu ruang.

  1. Siapkan wadah kedap udara sejak awal. Jangan mengandalkan kantong plastik. Pakai wadah food grade seperti thinwall supaya makanan tidak tumpah dan tetap higienis saat ditumpuk di kendaraan.
  2. Pisahkan menu berkuah dan kering. Kelembapan tinggi membuat makanan cepat basi. Pisahkan kuah dari lauk seperti ayam atau daging agar teksturnya terjaga dan lebih mudah dipanaskan kembali.
  3. Jaga suhu selama perjalanan. Kalau jarak ke rumah cukup jauh, jangan letakkan makanan di bagasi mobil yang panas. Suhu yang ekstrem mempercepat pertumbuhan bakteri, terutama pada masakan bersantan.
  4. Dahulukan menu yang awet. Lauk yang tetap enak saat dipanaskan keesokan harinya lebih aman dibawa pulang daripada sayuran yang mudah layu.

Supaya Sisa Makanan Tidak Terlalu Banyak

Sisa makanan memang boleh dibawa pulang, tapi perencanaan yang baik membuat makanan cukup untuk tamu tanpa sisa yang berlebihan. Caranya:

  • Hitung jumlah tamu dengan tepat berdasarkan konfirmasi kehadiran.
  • Diskusikan kebutuhan porsi bersama penyedia catering.
  • Pilih vendor yang berpengalaman membantu menghitung jumlah pax sesuai konsep acara.

Langkah menghitungnya ada di artikel cara menghitung pax dan jumlah undangan pernikahan.

Begini Ponyo Menangani Sisa Catering

Di Ponyo, sejak awal kami sampaikan bahwa semua makanan yang disiapkan adalah milik penyelenggara acara. Setelah acara selesai:

  • Tim mengecek sisa makanan dan membantu memilahnya.
  • Makanan yang masih layak dikemas rapi, lalu diserahkan kepada keluarga.
  • Tim tidak menyentuh sisa makanan tanpa izin pemilik acara.

Contohnya, kalau kamu memesan 300 pax dan yang datang 250 orang, sisa 50 pax dikemas dan bisa langsung dibawa pulang. Keluarga tidak perlu bingung saat acara selesai dan masih ada makanan. Bagi kami, makanan adalah bagian dari rezeki yang tidak boleh disia-siakan, dan kami mendukung tradisi berkat keluarga untuk dibawa pulang.

Petugas catering Ponyo menyiapkan hidangan di wadah saji prasmanan

Ponyo menyediakan layanan wedding catering sejak 1972, dengan kapasitas produksi hingga 2.000 pax per acara. Untuk calon pengantin di Bandung dan sekitarnya, layanan wedding tersedia di Ponyo Cinunuk, Ponyo Malabar, dan Ponyo Nagreg, juga Ponyo Sumedang untuk wilayah Sumedang. Venue wedding dan catering bisa dipesan dalam satu rangkaian paket.

Pilihan menu dan layanannya ada di halaman catering Ponyo. Soal jumlah porsi, menu, harga terbaru, atau pengelolaan sisa makanan, tanyakan langsung lewat tombol WhatsApp di bawah artikel ini.

Mau tanya harga atau cek tanggal?

Tujuh cabang di Bandung, Bekasi, Puncak, Nagreg, Setu dan Sumedang · buka setiap hari

Tanya lewat WhatsApp Lihat alamat, jam buka & peta Ponyo Cinunuk →

Komentar